20120122

transformasi.

the broken pieces of me

"Saat ketidakpedulian itu mulai menguasai kamu jauh lebih banyak dari secebis prioritas untuk cinta kamu, ada transformasi lengkap dalam diri ini - menjadi satu keping diri yang terdistorsi"


PS : Terima kasih Willy karena telah menghadirkan diri buat jadi pengganti kamu.



20111224

matematika hidup.


saat aku menghidang nomer nomer dalam dulang hidup
aku merujuk usia, menunjuk waktu yang sedang berdenting

berawal dari tanggal tanggal penting dalam momen tiap kalender sejarah
berlanjutan dengan nilai besar keping keping kertas yang bernama uang
berakhir dengan usia yang sudah satu ketetapan di detak jantung manusia

dalam konteks sejarah dunia tercipta
dalam konteks perwakilan hubungan
dalam konteks lanjutan kita di dunia

matematika hidup itu, kompleks.
Ah, bahasa mudahnya, complicated.

PS: Hari hari akan ada hati untuk menghitung hari. Hari hari akan ada hati menghitung waktu, menghitung uang. Hidup tak pernah lelah untuk tau menghitung. Seberapa sialnya matematika hidup itu, tak akan berhasil untuk tolak kemungkinan betapa penting wujudnya di hidup manusia, kau yang sama seperti aku. 



20111117

drama bumi.


Diri, kenapa kau suka akan langit?

Kerja tangan Tuhan, art of blending by nature ;
Langit itu bebas, tanpa ada garis batas.
Langit itu tak pernah tau arti tembok pemisah.

Kerja tangan manusia, art of judging another ;
Lagi lagi sifatnya mengadu domba.
Pikiran sampah diratah haloba.

Hasilnya ;
Bumi dipisah keratkan, dicerai beraikan.
Lewat analogi tipikal manusia.
Lewat ideologi tipikal manusia.
Lewat propaganda tipikal manusia.
Lewat egoisme tipikal manusia.

Sadarlah ;
Perbalahan.
Pertelingkahan.
Permusuhan.
Peperangan.

Tak bawa kita kemana.

PS: Muak dengan dunia yang tiap waktu penuh dengan bingit manusia yang dahagakan kebencian, tak pernah ada kata untuk berhenti dan buat introspeksi diri. Diamlah, walau hanya sebentar. Dengar, suara bumi kita menangis.



20111022

pangeranku yang hilang.


Pangeranku yang hilang.
Kenapa tidak aku engkau kabarkan?
Kenapa tidak aku engkau sampaikan?
Kenapa lagi aku engkau akhirkan?
Kenapa lagi aku engkau diamkan?

Pangeranku yang hilang.
Sedang apa dirimu sekarang?
Sedang sama siapa dirimu di seberang?
Apakah mungkin saat ini kau tenang?
Apakah mungkin saat ini kau senang?

Pangeranku yang hilang.
Penyakit sialan itu, masihkah ada dia membelenggumu?
Penyakit jahanam itu, masihkah ada dia mengganggumu?
Hawatir aku resah aku, andai saja kalau kau tau.
Cemas aku, perduli aku, kau tak pernah ambil tau.

Lagi lagi engkau hadapkan aku dengan pola rahasia seperti ini.
Lagi lagi engkau tebakkan aku dengan sakit hati seperti ini.

Pangeranku yang hilang.
Hingga sampai waktunya, dipanggil Tuhan.

Dia pergi untuk engkau di sana.
Dia pergi untuk serah akan dirinya.
Dia pergi bawa tiap inci tubuhnya.
Dia mungkin pergi untuk selamanya.

Sementara aku di sini masih;
Termangu.
Terkedu.
Terpaku.
Tersedu.


PS: Dedikasi buat mereka yang pernah merasa kehilangan, baik seorang ayah mahupun seorang pacar, seorang yang layak diberi nama pangeran di hati kalian.



20110912

potret september.

entah untuk keberapa kali
hati ini perlu diingatkan untuk
tidak tafsir hidup atas nama potret


potret bohong 
hias dinding hidup dengan candu 

candu itu senyum
senyum itu khayal
khayal itu indah
indah itu mimpi
mimpi itu harapan
harapan itu palsu
palsu itu sakit
sakit berakhir mati

 dinding putih
itu sebenarnya engkau, diri

bila sadar dari mimpi buruk
bila sadar dari zaman ranap

terlambat
yang tersisa cuma perih
seutuh diri hilang semua

hati, kenapa masih sulit untuk terima itu semua?



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...