Pangeranku yang hilang.
Kenapa tidak aku engkau kabarkan?
Kenapa tidak aku engkau sampaikan?
Kenapa lagi aku engkau akhirkan?
Kenapa lagi aku engkau diamkan?
Pangeranku yang hilang.
Sedang apa dirimu sekarang?
Sedang sama siapa dirimu di seberang?
Apakah mungkin saat ini kau tenang?
Apakah mungkin saat ini kau senang?
Pangeranku yang hilang.
Penyakit sialan itu, masihkah ada dia membelenggumu?
Penyakit jahanam itu, masihkah ada dia mengganggumu?
Hawatir aku resah aku, andai saja kalau kau tau.
Cemas aku, perduli aku, kau tak pernah ambil tau.
Lagi lagi engkau hadapkan aku dengan pola rahasia seperti ini.
Lagi lagi engkau tebakkan aku dengan sakit hati seperti ini.
Pangeranku yang hilang.
Hingga sampai waktunya, dipanggil Tuhan.
Dia pergi untuk engkau di sana.
Dia pergi untuk serah akan dirinya.
Dia pergi bawa tiap inci tubuhnya.
Dia mungkin pergi untuk selamanya.
Sementara aku di sini masih;
Termangu.
Terkedu.
Terpaku.
Tersedu.
PS: Dedikasi buat mereka yang pernah merasa kehilangan, baik seorang ayah mahupun seorang pacar, seorang yang layak diberi nama pangeran di hati kalian.