perduli realita.



berketawa aku gigi tengah tengah tersungging dan mulut pun terbuka luas. puas.


kenyataannya, setelah lama bergaul lumpur dengan yang namanya kesedihan.
akan tiba satu saat di mana kau akan merasa kebahagiaan.
dan aku tidak akan lepaskan kebahagiaan ini lagi.
tidak akan selamanya dan bukan untuk kali ini.


persetan yang namanya halangan, aku tidak lagi gentar.
realita itu perlu dihadapi bukan digeruni.
ketika ini, rasakan semangat menyala seperti api kecil yang membara.
tidak perlu semarak api, yang penting ada.


berani kau letak di atas kepala.
kau tayangkan kau sanjung kau pamerkan.
tidak percaya diri kau letak di bawah kaki. henyak dan pijak.
kalau perlu, tenggelamkan hingga terobos jauh ke dasar tanah.


bayang bayang aku.
terima kasih telah kembali.
kau sadarkan aku untuk hari ini.


saat kau cuma peduli kalau kau sendiri,
ada berapa orang lain yang kau kuburkan?


kau buta sebentar.
yang kau lihat cuma kau bergelut dalam sendiri.
yang kau pandang cuma kau dalam sepi.


berhenti.


lihat semula.
hitung kembali.
kau tak pernah sendiri.


Comments (4)

puisinya berantakan... nggak tahu tuh puisi bagus apa jelek... tapi yang jelas aku kagum dengan kombinasi kata katanya..

salam kenal, sofia.
perbendaharaan katanya banyak ya. pinter bermain-main dengan kata....

KEberanian, kunci dalam menjalani kehidupan, kesedihan dan kebahagian datang silih berganti, tak perlu ditakuti...

be brave.... u'r not alone